Kata-kata dalam judul diatas mungkin pernah kita dengar ketika kita ingin
memasarkan suatu produk. Kesan pertama kita ketika mendengar pernyataan itu
adalah bagaimana cara kita membingungkan calon konsumen kita? Dan jika calon
konsumen menjadi bingung, apa yang bisa kita jual kepada mereka?
Nah, sebenarnya yang dimaksud dengan "membingungkan" calon konsumen bukan berarti kita membuatnya menjadi kebingungan, pusing dan akhirnya meragukan produk atau jasa kita, melainkan kata "membingungkan" disini mengandung konotasi yang positif, yaitu membuat calon konsumen berpikir ulang untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang kita hasilkan.
Percaya atau tidak, salah satu cara untuk membuat calon konsumen berpikir ulang untuk menggunakan produk atau jasa yang kita hasilkan adalah dengan pembawaan diri kita. Pembawaan diri kita yang anggun, bersahaja, dan juga sanggup untuk berempati dapat mengubah pemikiran calon konsumen kita.
Nah, sebenarnya yang dimaksud dengan "membingungkan" calon konsumen bukan berarti kita membuatnya menjadi kebingungan, pusing dan akhirnya meragukan produk atau jasa kita, melainkan kata "membingungkan" disini mengandung konotasi yang positif, yaitu membuat calon konsumen berpikir ulang untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang kita hasilkan.
Percaya atau tidak, salah satu cara untuk membuat calon konsumen berpikir ulang untuk menggunakan produk atau jasa yang kita hasilkan adalah dengan pembawaan diri kita. Pembawaan diri kita yang anggun, bersahaja, dan juga sanggup untuk berempati dapat mengubah pemikiran calon konsumen kita.











